Mutiara Kata Untuk Murabbi.

"JIKA MURID DIAJAR DENGAN PUJIAN, DIA BELAJAR MENGHARGAI"

"JIKA MURID DIAJAR DENGAN CELAAN, DIA BELAJAR MEMAKI"

"JIKA MURID DIAJAR CEMUHAN, DIA BELAJAR RENDAH DIRI"

"JIKA MURID DIAJAR DENGAN PERSAHABATAN, DIA BELAJAR MENYAYANGI"

"JIKA MURID DIAJAR PERMUSUHAN, DIA BELAJAR BERKELAHI"

"JIKA MURID DIAJAR JAMINAN, DIA BELAJAR MEMPERCAYAI"

"JIKA MURID DIAJAR DENGAN PENGHINAAN, DIA BELAJAR MENYESALI"

"JIKA MURID DIAJAR DENGAN KEADILAN, DIA BELAJAR KESAKSAMAAN"

"JIKA MURID DIAJAR DENGAN DISKRIMINASI, DIA BELAJAR MEMENTINGKAN DIRI"

15 April 2011

Tanda Mimpi Simbolik?

Mimpi mempunyai banyak tafsiran. Hanya Nabi Yusuf pentafsir mimpi dari Allah. Ada juga tafsir mimpi dari ahli sihir sebagaimana mimpi Fir'aun. Ada mimpi untuk memberi amaran kepada kita tentang seseorang. Jadi mintalah pertolongan dari Allah kerana tidak ada suatu pun yang boleh memudharatkan kita kecuali dengan IZIN Allah. Apa yang perlu dibuat sebelum tidur? Baca SINI



Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Said al Khudriy bahwa Rasulullah saw bersabda,
”Jika seseorang diantara kalian bermimpi dengan mimpi yang ia sukai (mimpi yang baik) sesungguhnya ia datang dari Allah, maka pujilah Allah atasnya dan bicarakanlah mimpi tersebut. Dan jika seseorang diantara kalian bermimpi yang lain dari itu (mimpi yang buruk) da ia membencinya, maka sesungguhnya itu datangnya dari setan maka berlindunglah dari keburukannya dan janganlah membicarakannya kepada siapapun maka mimpi buruknya tersebut tidak merugikannya.” (HR. Bukhori)
Al Hafizh Ibnu Hajar menyebutkan bahwa didalam riwayat al Kusyhimaniy didalam bab “Apabila dia bermimpi dengan yang tidak disukai maka itu tidaklah membahayakannya.”
Dia mengatakan bahwa adab mendapatkan mimpi yang baik ada tiga: memuji Allah swt, bergembira dengannya dan menceritakannya akan tetapi barangsiapa yang bermimpi buruk maka adabnya adalah : berlindung kepada Allah dari kejahatannya, berlindung kepada-Nya dari kejahatan setan, meludah ke sebelah kiri tatkala terjaga dari tidurnya dan tidak menceritakannya kepada seorang pun.

Selanjutnya al Hafizh menyebutkan pendapat para ulama tentang hikmah dibalik perkara-perkara itu :

1. Adapun berlindung kepada Allah dari kejahatannya adalah jelas disyariatkan tatkala menghadapi setiap perkara yang tidak disukainya.

2. Adapun berlindung kepada Allah dari setan maka terdapat di beberapa jalan hadits bahwa mimpi itu berasal darinya yang hendak memberikan khayalan kepada orang itu dengan tujuan memberikan kesedihan kepadanya dan menakut-nakutinya.

3. Adapun tentang meludah maka ‘Iyadh mengatakan bahwa hal ini diperintahkan untuk mengusir setan yang mendatangkan mimpi buruk sebagai penghinaan baginya dan menyatakan kejijikannya. Kemudian dikhususkannya ke sebelah kiri karena ia adalah tempat kotoran atau sejenisnya.

4. Sedangkan mimpi yang terkadang mengagetkan orang yang bermimpi namun ia tidak mendapatinya tatkala terjaga dan tidak pula ada sesuatu petunjuk tentang hal itu maka mimpi yang demikian masuk dalam bagian lain yaitu sesuatu yang ada didalam fikirannya yang menyibukkannya sebelum ia tidur dan terbawa saat tidur yang kemudian dia lihatnya didalam mimpi maka mimpi yang seperti ini tidaklah membahayakannya dan tidak pula memberikan manfaat baginya.” (Fathul Bari juz XII hal 431 – 434)
Sementara pemilik kitab “Tuhaftul Ahwadzi” menambahkan adab mendapatkan mimpi buruk selain dari empat yang disebutkan diatas dengan mengerjakan shalat dan mengganti arah tidurnya yang berbeda dengan arah sebelumnya.

Syeikh ‘Athiyah Saqar menyebutkan pendapat an Nablusi yang mengatakan bahwa sebagian mereka (ulama) mengatakan bahwa mimpi itu ada tiga :

1. Kabar gembira dari Allah dan inilah mimpi yang baik.

2. Mimpi buruk yang berasal dari setan.

3. Mimpi yang merupakan kejadian yang dialami oleh orang yang bermimpi.

Didalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa seorang laki-laki mengatakan kepada Nabi saw dan berkata,”Aku bermimpi kepalaku terputus dan aku mengikutinya—dari belakang—.’ maka beliau saw bersabda,”Janganlah engkau ceritakan permainan setan terhadapmu didalam tidur (mu).”

Mimpi yang berasal dari dorongan jiwa seperti orang yang bermimpi bahwa dirinya bersama orang yang dicintainya atau takut terhadap sesuatu yang dilihatnya atau dirinya lapar dan bermimpi bahwa dia sedang makan.. (Fatawa al Azhar juz X hal 192)

Dengan demikian mimpi yang anda saksikan ketika tidur dimana anda bertemu dengan Yesus Kristus adalah mimpi buruk atau mimpi batil yang bersumber dari setan. Setan memanfaatkan fikiran anda yang senantiasa digelayuti perasaan cinta kepada orang nasrani yang anda cintai itu.

Mimpi yang anda dapati jelas bertentangan dengan aqidah islam yang tidak mengakui ketuhanan Isa as karena ia hanyalah seorang nabi dan rasul sebagaimana nabi-nabi dan rasul-rasul lainnya berdasarkan firman Allah swt :

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِن بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُم بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ 

Dan (ingatlah juga peristiwa) ketika Nabi Isa ibni Maryam berkata: "Wahai Bani Israil, sesungguhnya aku ini Pesuruh Allah kepada kamu, mengesahkan kebenaran Kitab yang diturunkan sebelumku, iaitu Kitab Taurat, dan memberikan berita gembira dengan kedatangan seorang Rasul yang akan datang kemudian daripadaku - bernama: Ahmad". Maka ketika ia datang kepada mereka membawa keterangan-keterangan yang jelas nyata, mereka berkata: "Ini ialah sihir yang jelas nyata!" (Assof ayat 6)
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
Demi sesungguhnya! Telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Bahawasanya Allah ialah Al-Masih Ibni Maryam". Padahal Al-Masih sendiri berkata:" Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu, Bahawasanya sesiapa yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, maka sesungguhnya Allah haramkan kepadanya Syurga, dan tempat kembalinya ialah neraka; dan tiadalah seorang penolong pun bagi orang-orang yang berlaku zalim". (Al-Maidah ayat 72)
Untuk itu hendaklah anda melakukan adab-adab mendapatkan mimpi buruk didalam tidur—seperti yang disebutkan diatas—dan janganlah terpengaruh oleh isi dari mimpi itu sama sekali karena dapat membahayakan aqidah anda sebagai seorang muslimah dan perbanyaklah berlindung kepada Allah swt serta lebih dekatkan diri anda dengan-Nya.

Dan tentang hubungan anda dengan orang nasrani itu cobalah pertimbangkan pengaruh yang bisa muncul terhadap aqidah keislaman anda karena keburukannya lebih besar daripada kebaikannya.

Wallahu A’lam


Adab lain SINI

SUMBER: islami

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...